Senin, 30 Maret 2009

Penelitian Tindakan Kelas bidang studi Bahasa Inggris SMP

BAB I
PENDAHULUAN


1. Latar Belakang
Salah satu permasalahan pendidikan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan. Rendahnya ini tergambar pada hal – hal antara lain : Ujian Akhir Nasional (UAN) baik pada jenjang SMP maupun SMA relatif rendah. Selain itu sulitnya lulusan siswa mencari pekerjaan akibat ketidaksiapan sekolah memasuki dunia usaha. Bahkan hasil – hasil survey yang dilakukan lembaga – lembaga penelitian baik di dalam maupun luar negeri menunjukkan kualitas pendidikan di Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan negara – negara tetangga.
Hal ini juga terjadi pada hasil pembelajaran bidang studi Bahasa Inggris yang memprihatinkan, bahkan lebih memprihatinkan dibandingkan dengan mata pelajaran yang lain. Dari tahun ke tahun hasil Ujian Akhir Nasional (UAN) bidang studi bahasa Inggris tidak pernah mengungguli bidang studi yang lain terutama matematika dan bahasa Indonesia. Demikian juga yang terjadi di SMP Negeri I Sawahan Nganjuk. Untuk itulah diperlukan perhatian dan kepedulian semua pihak untuk bisa meningkatkan kualitas pembelajaran yang ideal.
Tidak semua siswa khususnya kelas VII – A mendapatkan pelajaran bahasa Inggris sebagai pelajaran. Muatan lokal sewaktu mereka berada di sekolah dasar. Sehingga bagi sebagaian besar siswa pelajaran Bahasa Inggris masih dianggap sebagai “momok” atau pelajaran yang menakutkan. Hal ini ditunjang oleh informasi tentang hasil ujian, nilai Bahasa Inggris sudah tidak pernah baik. Apalagi adanya keluhan-keluhan beberapa teman dan saudara mereka yang berkaitan dengan pembelajaran Bahasa Inggris. Keadaan yang demikian menyebabkan siswa merasa sulit, tertekan dan terpaksa mengikuti pelajaran bahasa Inggris sehingga pengausaan tata bahasa dan kosakata mereka rendah. Ketakutan siswa semacam ini mengakibatkan hasil belajar mereka sangat rendah. Hal ini tergambar pada hasil ulangan, dari ulangan harian sampai Ujian Akhir Nasional (UAN).
Penggunaan Bahasa Inggris sebagai alat untuk berkomunikasi siswa masih memprihatinkan, terutama komunikasi lisan yang membutuhkan dua ketrampilan bahasa, mendengar (listening) dan berbicara (speaking). Ketidakberdayaan siswa menggunakan kedua ketrampilan ini tampak ketika siswa tidak merespon kalimat pertanyaan guru yang sangat sederhana. Mereka tidak berani untuk merespon walaupun sebenarnya mereka bisa. Mereka takut berbicara salah.
Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pendidikan adalah seorang guru. Gurulah yang secara langsung berhubungan dengan peserta didik setiap hari dalam proses pembelajaran. Sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 pasal 40 ayat 2, guru atau pendidik berkewajiban antara lain : menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis dan dialogis; juga mempunyai komitmen serta profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan. Guru diharapkan dapat melaksanakan proses pembelajaran yang bermakna, kreatif, dinamis, aktif, menyenangkan, inspiratif, memberi ruang yang cukup bagi perkembangan fisik dan psikologis peserta didik.
Dalam rangka proses pembelajaran bahasa Inggris yang tidak menakutkan siswa dewasa ini dikembangkan model pembelajaran yang dikenal dengan istilah PAKEM, yang merupakan singkatan dari pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Pembelajaran ini dirancang agar dapat mengaktifkan anak mengembangkan kreativitas sehingga pembelajaran yang mereka lakukan menjadi efektif namun tetap menyenangkan. Salah satu wujudnya adalah pembelajaran dengan menggunakan permainan monopoli, dan salah satunya yang penulis tawarkan pada penelitian ini penulis sebagai Monopoli Games. Dengan alat peraga permainan ini siswa akan termotivasi dalam mempelajari Bahasa Inggris, memperoleh gagasan baru dan berpikir kreatif. Bahkan pembelajaran menggunakan kartu ini juga diharapkan mampu menghilangkan rasa takut dan malu berbicara, meningkatkan keberanian menyampaikan gagasan-gagasan baru tanpa adanya paksanaan dan tekanan. Selain itu juga dapat meningkatkan ketrampilan berbahasa lisan terutama pada ketrampilan berbahasa (speaking) siswa yang merupakan ragam komunikasi lain yang aktif produktif. Pada akhirnya semua itu mampu meningkatkan prestasi akademis siswa.
2. Batasan dan Rumusan Masalah
Pada penelitian tindakan kelas ini penulis mengangkat masalah rendahnya hasil belajar siswa mata pelajaran Bahasa Inggris. Permasalahan tersebut penulis batasi dan rumuskan sebagai berikut :
Apakah pembelajaran dengan menggunakan kartu permainan “Monopoli Games” mampu meningkatkan ketrampilan berbicara (speaking) siswa?

3. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang tertuang di atas, tujuan penelitian ini adalah :
Untuk mengetahui apakah pembelajaran dengan menggunakan kartu Monopoli Games mampu meningkatkan ketrampilan berbicara (speaking) siswa?

4. Hipotesis Tindakan
Hipotesis tindakan yang dapat diambil pada penelitian ini adalah :
Pembelajaran dengan menggunakan kartu permainan “Monopoli Games” mampu meningkatkan ketrampilan berbicara (speaking) siswa.

5. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian yang dapat diperoleh dari penelitian antara lain :
a. Bagi Guru
1)Dapat membantu tercapainya tujuan pembelajaran.
2)Dapat meningkatkan kreatifitas dalam proses pembelajaran.
3)Dapat merangsang inovasi proses pembelajaran.
b. Bagi Siswa
1)Dapat meningkatkan ketrampilan berbicara (speaking)
2)Dapat membuat suasana yang menyenangkan.
3)Dapat memberi pengalaman belajar yang sama sekali baru.
c. Bagi Sekolah
1)Dapat menambah masukan tentang inovasi pembelajaran terbaru.
2)Dapat meningkatkan motivasi warga sekolah dalam upaya meningkatkan prestasinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar